Walaupun mimpinya sama. Tapi malam ini seperti kegiatan yang rutin. Dan aku sama sekali tidak suka. Malam ini aku terbangun dalam diam. Mendapati aku akan bertahan tak perduli seberapa keras aku akan terhempas lagi. Bagaikan terbang seelegan elang. Mimpi buruk hanyalah pelengkap tidur. Segera aku balik bantal dan kembali tidur sampai dengan pagi. Mimpi tadi malam bukanlah apa-apa dibandingkan ceritaku sendiri. Mimpi buruk tadi malam, levelnya masih sangat mini dibandingkan dengan ceritaku sendiri. Sudahlah… mimpi buruk pergi sana. Apa tak bosan mendatangiku setiap malam. Apa tidak bosan mendapati ku tak lagi bereaksi. Apa tidak bosan? Karena aku saja sudah bosan didatangi terus menerus.
Malam ini tolong biarkan aku bermimpi yang lain. Biarkan aku tidur dalam kekosongan. Biarkan saja. Karena mimpiku hanya milik tubuh ini. Bukan lagi untuk dibagi, berbagi atau apapun itu namanya. Malam ini biarkan aku dan seonggok bantal pengantar tidur berduaan. Kami tak perlu didatangi lagi. Maaf tempatnya sudah penuh.