Mimpi buruk…

Walaupun mimpinya sama. Tapi malam ini seperti kegiatan yang rutin. Dan aku sama sekali tidak suka. Malam ini aku terbangun dalam diam. Mendapati aku akan bertahan tak perduli seberapa keras aku akan terhempas lagi. Bagaikan terbang seelegan elang. Mimpi buruk hanyalah pelengkap tidur. Segera aku balik bantal dan kembali tidur sampai dengan pagi. Mimpi tadi malam bukanlah apa-apa dibandingkan ceritaku sendiri. Mimpi buruk tadi malam, levelnya masih sangat mini dibandingkan dengan ceritaku sendiri. Sudahlah… mimpi buruk pergi sana. Apa tak bosan mendatangiku setiap malam. Apa tidak bosan mendapati ku tak lagi bereaksi. Apa tidak bosan? Karena aku saja sudah bosan didatangi terus menerus.

Malam ini tolong biarkan aku bermimpi yang lain. Biarkan aku tidur dalam kekosongan. Biarkan saja. Karena mimpiku hanya milik tubuh ini. Bukan lagi untuk dibagi, berbagi atau apapun itu namanya. Malam ini biarkan aku dan seonggok bantal pengantar tidur berduaan. Kami tak perlu didatangi lagi. Maaf tempatnya sudah penuh.

Advertisement

About wiedwied

I am no longer single, living in Mid Cosmo City called Medan. I believe working has to be our deep desire to make a real success. One of my desire is writting. I hope my writting could help others to look different experience through my eyes through my heart. Yippie!
This entry was posted in CC-h. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s