Mari masuk.. dan injak..yah.. matras di depan pintu masuk itu adalah aku
Yang mengeluh tak terdengar, yang mengaduh terbiar
Kau tau.. kau sangat tau.. itu aku yang di depan pintu
Kau injak dan tak kau perdulikan.
Ah ya.. bagaimana rupaku? Berantakan? Kotor? Tak terurus?
Ah yaa… kau pasti mengatakan sesuatu yang tak mampu kucerna dengan baik
Ah aku ingat kau bilang kau cinta bukan? Kau bilang ingin bersamaku bukan?
Yang tak kusadari , aku hanya matras di depan pintu rumahmu, kotor berdebu, kelam dan beku,
Panas dan hujan, badai dan terang, aku tetap disana.
Ah kau kejam sekali..
Bukan…bukan karena kau membuatku membencimu
Tapi kau membuatku membenci diriku .
Salam…
“matras di depan pintu rumahmu – keset”
Advertisement